Sabtu 07 Nov 2026 06:36 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Sullit Melaju Tinggi

Selama satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi RI terjebak di angka 5 persen.

Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

Oleh : Prof Bagong Suyanto
Guru Besar Sosiologi Ekonomi dan Ketua Badan Pertimbangan Fakultas FISIP Unair

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi disadari menjadi prasyarat bagi indonesia untuk dapat keluar dari jebakan sebagai negara berpendapatan menengah. Tetapi, untuk dapat mengejar dan mewujudkan angka pertumbuhan ekonomi minimal 6 atau 7 persen, tentu bukan hal yang mudah.

Survei Ahli Ekonomi Semester II-2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) menunjukkan 52 persen dari 63 ahli ekonomi menilai, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Hanya 8 persen ahli yang menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih baik.

Baca Juga

Fitch Rating, misalnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua tahun ini tumbuh melambat menjadi 5 persen --setelah tumbuh 5,4 persen di semester I-2026. Alhasil pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 hanya 5,2 persen. Di tahun 2027, Fitch Rating bahkan memperkirakan di tahun 2027 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun menjadi 4,9 persen.

Berbagai lembaga internasional, selama ini memang cenderung tidak terlalu optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Word Bank dan ADB memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 tidak berubah, yakni 5,2 persen. Sementara itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,1 persen. Bahkan OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 turun menjadi 5,1 persen –di mana untuk tahun 2026 sebesar 5,2 persen.

Mengapa Stagnan?

Selama satu dekade terakhir, diakui atau tidak pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya memang terjebak di angka lima persen. Angka 5 persen ini seolah harga mati. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya sulit tembus di atas 5 persen --meski di saat yang sama juga cukup kuat menahan ekonomi kita agar tidak merosot terlalu dalam di masa-masa krisis.

Bagi sebuah negara berkembang dengan ambisi besar menjadi kekuatan ekonomi global pada tahun 2045, pertumbuhan di kisaran 5 persen sebenarnya tidak buruk, tetapi jelas tidak cukup. Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan memanfaatkan bonus demografi secara optimal, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di angka 6% hingga 7% per tahun.

Namun, yang menjadi masalah mengapa untuk mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 6 atau 7 persen begitu sulit dicapai? Di sini hambatannya tampaknya bukan sekadar karena faktor eksternal atau fluktuasi harga komoditas global. Masalahnya jauh lebih struktural, berakar dalam di dalam negeri, dan membutuhkan keberanian politik untuk menembus stagnasi yang sekian lama bercokol. 

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi - (Republika/Agung Supriyanto)

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi